Gubernur Mahyeldi Ansharullah melaksanakan iktikaf di Masjid Raya Balai Gadang Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (23/2/2026), serta menyerahkan bantuan Rp25 juta dan 20 Alquran untuk masjid tersebut.
Kedatangan Gubernur bersama rombongan disambut masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan padatnya permintaan kunjungan ke berbagai masjid menjadi alasan disusunnya rangkaian Safari Ramadan, mulai dari salat tarawih, iktikaf, hingga salat subuh berjamaah.
“Karena banyaknya surat masuk dan permintaan kunjungan, akhirnya kita susun rangkaian Safari Ramadan. Mulai dari tarawih, iktikaf, sampai subuh berjamaah,” ujar Mahyeldi.
Ia mengatakan setelah kegiatan malam hari, agenda dilanjutkan dengan pertemuan dan koordinasi bersama kepala daerah serta dinas terkait pada pagi hari agar seluruh program berjalan selaras.
Mahyeldi juga menyampaikan pesan kepada generasi muda terkait pentingnya iman dan akhlak dalam membangun masa depan daerah.
“Mari kita beri perhatian penuh kepada anak-anak muda kita. Mereka adalah harapan keberlanjutan daerah ke depan. Pemimpin masa depan harus bisa memakmurkan masjid dan membawa generasi muda lebih dekat kepada Allah dan Al-Qur’an,” tegasnya.
Dalam tausiyahnya, Gubernur mengutip ayat dari Surah Al-Kahfi tentang keteladanan pemuda beriman serta menekankan perlunya perlindungan dan pembinaan generasi muda agar tidak terjerumus ke hal yang merusak masa depan.
Ketua Pengurus Masjid Raya Balai Gadang Mungo, Khairul, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur beserta rombongan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah berkenan hadir dan beriktikaf di masjid kami ini. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan dan harapan besar bagi kami,” ungkapnya.
Khairul mengatakan masjid tersebut merupakan masjid tertua di Kecamatan Luak yang diresmikan pada 1914 dan dulunya dikenal sebagai Surau Gadang.
Ia menyebutkan masjid tetap aktif dengan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk tradisi iktikaf bagi pemuda selama 10 hari terakhir Ramadan yang diikuti sekitar 25 orang dan dibiayai dari dana umat.
Pengurus berharap partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan semakin meningkat. (*)


