KABARANAHMINANG.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasaman Barat menggelar Pertemuan Bulanan PKK tingkat kabupaten di Lubuk King, Kecamatan Lembah Melintang, Kamis (15/1).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui TP PKK sebagai ajang konsolidasi program dan evaluasi peran PKK dalam mendukung pembangunan daerah.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, mengapresiasi dukungan Kecamatan Lembah Melintang yang ditandai dengan kehadiran seluruh wali nagari dalam pertemuan tersebut.
Ia menyoroti rendahnya partisipasi nagari se-Pasaman Barat dalam lomba video ketahanan pangan melalui aksi penanaman cabai yang baru diikuti tujuh nagari.
“Ini menjadi catatan serius karena belum mencapai 50 persen partisipasi. Ke depan, Bupati akan turun langsung untuk melihat dan mengecek dasawisma di nagari,” kata Ny. Sifrowati.
Ia menghimbau nagari agar menganggarkan minimal 100 polybag per nagari untuk mendukung gerakan menanam cabai yang akan dilaporkan ke tingkat provinsi.
“Penanaman cabai ini penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Ny. Sifrowati juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penilaian lomba dasawisma tingkat provinsi yang diwakili Nagari Lingkuang Aua Bandarajo dan Nagari Ranah Air Haji.
Selain itu, TP PKK Kabupaten akan melaksanakan penilaian tingkat kabupaten dengan melibatkan juri dari provinsi.
Menutup arahannya, ia mengajak kader PKK memperkuat semangat gotong royong serta menyampaikan permohonan maaf karena tidak menggelar penyambutan seremonial.
“Mari kita bersama-sama mengirimkan Al-Fatihah dan berdoa agar anak kita segera ditemukan,” tutupnya.
Sekretaris TP PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ramalis, menegaskan gerakan PKK tahun 2025 harus dilaksanakan secara terencana dan berorientasi pada aksi nyata.
“Gerakan PKK harus berdampak langsung bagi masyarakat di 11 nagari perwakilan dari 11 kecamatan,” katanya.
Camat Lembah Melintang, Ikhsan Chairman, menyampaikan pertemuan bulanan sempat tertunda sejak Desember akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah Pasaman Barat.
“Saat bencana, ibu-ibu PKK sangat aktif membantu. Terima kasih atas dedikasi dan kepeduliannya,” ujarnya. (*)


