Sebuah perahu dilaporkan menghantam batu karang dan karam di aliran Sungai Batang Hari, daerah Pulau Panjang, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (14/3/2026). Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan tenggelam dan masih dalam pencarian tim SAR.
Informasi kejadian diterima oleh Kantor SAR Padang dari Aribel dari BPBD Solok Selatan pada Sabtu (14/3/2026) pukul 22.48 WIB.
Peristiwa bermula ketika tiga orang berangkat dari rumah untuk bekerja menggunakan perahu melalui aliran Sungai Batang Hari sekitar pukul 10.00 WIB.
Pada pukul 14.00 WIB, perahu yang mereka gunakan menghantam batu karang hingga mengakibatkan perahu karam.
Akibat kejadian tersebut, dua orang dilaporkan selamat, sementara satu orang tenggelam dan hanyut di aliran Sungai Batang Hari.
Korban yang dilaporkan hilang bernama Wis Efendi (55), warga Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.
Sementara dua orang lainnya, yakni Tono dan Surapto, dilaporkan selamat.
Tim dari Unit Siaga Basarnas Solok Selatan melanjutkan pencarian pada Minggu (15/3/2026) pukul 07.00 WIB.
Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan area pencarian sekitar 6 kilometer persegi ke arah hulu sungai.
SRU 1 melakukan penyisiran di sekitar Bendungan Batu Bakawik pada hilir sungai dengan area pencarian sekitar 1 kilometer persegi.
SRU 2 melakukan penyisiran di sisi kiri sungai menggunakan LCR dengan area pencarian sekitar 6 kilometer persegi.
Sementara SRU 3 melakukan penyisiran di sisi kanan sungai menggunakan perahu masyarakat dengan area pencarian sekitar 6 kilometer persegi.
Namun hingga pukul 17.30 WIB, tim gabungan belum menemukan korban.
Operasi SAR hari kedua kemudian dihentikan sementara dan direncanakan dilanjutkan kembali pada Senin (16/3/2026) pukul 07.00 WIB.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur di antaranya Unit Siaga SAR Solok Selatan, TNI, Polri, BPBD Solok Selatan, camat, perangkat nagari, serta masyarakat setempat.
Tim SAR juga mengerahkan sejumlah peralatan seperti truk personel, LCR dengan motor tempel, perahu rafting, serta peralatan SAR air, evakuasi, medis, komunikasi, dan perlengkapan lainnya.
Dalam pelaksanaan pencarian, tim menghadapi kendala berupa meningkatnya debit air sungai. (*)


